Darimana Uang WhatsApp

WhatsApp adalah aplikasi instant messaging yang populer dan dibeli Facebook pada bulan Februari 2014. Harga yang ditebus untuk membeli WhatsApp adalah 19 miliar USD, jumlah yang mengherankan mengingat aplikasi ini tidak menghasilkan uang dari sumber manapun. Namun, melihat pola Facebook yang tidak langsung memonetisasi layanannya setelah diakuisisi, maka hal ini dapat dimaklumi.

Pengguna WhatsApp bertambah banyak setiap saat, hingga mencapai 1,3 miliar orang di seluruh dunia menurut sumber Statista. Saat jumlah pengguna sebesar 2,3 miliar orang pada tahun 2023 nanti, WhatsApp diprediksi dapat memonetisasi layanannya dengan menghasilkan uang sebanyak 5 miliar USD. Prediksi ini dibuat oleh Stern Agee, perusahaan layanan finansial.

Lantas, bagaimana cara memonetisasi WhatsApp—dan juga Facebook Messenger? Meskipun belum terlihat jelas gagasannya, namun kita dapat membandingkannya dengan WeChat.

WeChat adalah “WhatsApp”-nya Tiongkok dan aplikasi ini dapat digunakan, tidak hanya untuk berkirim kabar, untuk membayar barang belanjaan, p2p payments, memesan Uber, mengorder makanan, dan lain sebagainya. Di Tiongkok, pasar WeChat mencapai 30% dari seluruh penggunaan aplikasi mobile.

Keberhasilan WeChat di Tiongkok yang mungkin menginspirasi WhatsApp untuk memberi layanan serupa demi monetisasi.

Lantas, bagaimana cara memonetisasi WhatsApp—dan juga Facebook Messenger? Meskipun belum terlihat jelas gagasannya, namun kita dapat membandingkannya dengan WeChat.

WeChat sendiri dimiliki oleh Tencent, konglomerasi teknologi yang memiliki kapitalisasi pasar senilai 543 miliar USD, jauh lebih mahal dibanding Facebook. Dengan nilai kapitalisasi pasar setinggi itu, diprediksi keuntungan WeChat mencapai kira-kira 83 miliar USD. Itu tahun 2015 saja.

Pilihan apa yang akan ditempuh oleh WhatsApp? Pertama, dengan menayangkan iklan. WhatsApp dapat memanfaatkan engine iklan yang telah ada di Facebook sehingga dapat cepat direalisasikan.

Yang kedua adalah dengan meniru model bisnis WeChat. WhatsApp dapat digunakan untuk melakukan transaksi dengan pihak lain seperti yang dipraktikkan oleh WeChat di pasar Tiongkok. Meskipun gagasan ini terbuka untuk diwujudkan namun kendala budaya di dunia barat bisa jadi menghambat. Orang di dunia barat memanfaatkan instant messaging lebih untuk berkirim pesan (bercakap-cakap). Berbeda dengan masyarakat Asia yang juga memanfaatkan layanan instant messaging untuk keperluan lain, seperti berbelanja, membaca berita, dan lain sebagainya.

Yang mungkin akan diwujudkan dalam waktu dekat adalah pemanfaatan Facebook Messenger dan WhatsApp sebagai alat pembayaran p2p (peer-to-peer payments). Rumor mengatakan bahwa Facebook membangun sistem yang disebut Litecoin untuk p2p payments ini. Basis yang dipilih oleh Facebook lebih ke arah mata uang kripto (cryptocurrency).

Ke depan, model bisnis p2p payments akan menjadi trend besar. Diprediksi nilai transaksinya mencapai 86 miliar USD pada tahun 2018. Itu hanya di Amerika Serikat saja. Untuk proyeksi seluruh dunia, nilainya bisa mencapai 930 miliar USD.



Leave a Reply

Demos

Color Skin

Header Style

Nav Mode

Layout

Wide
Boxed