Darimana Uang Google?

Dunia berubah drastis sejak dua orang nerd berkumpul di dalam sebuah garasi dan menulis ulang bagaimana orang menggunakan internet. Saat itu masih tahun 1998 dan Yahoo merupakan search engine yang paling kondang. Internet, yang semula dipenuhi oleh kumpulan informasi yang acak, menjadi terstruktur rapi dan dapat dicari dengan cepat, tepat, dan akurat.

Masa itu adalah tahun kelahiran Google dan mesin ini memiliki algoritma yang berbeda dengan pendahulunya seperti Yahoo.com. Hasil pencarian yang didapat diambil berdasarkan ranking reputasi. Dengan cara seperti ini, semakin populer sebuah situs, maka hasil pencarian akan menempatkan situs tersebut di urutan pertama.

Google sukses, berkembang, dan bahkan menjadi merek generik ketika banyak orang terbiasa mengatakan, “di-Google saja.” Pada tahun 2015, Google berubah menjadi Alphabet, sebuah induk usaha yang mengurus banyak inovasi selain masalah pencarian semata.

Sampai tahun 2018, bisnis inti Alphabet adalah sebagai berikut:

  • Google untuk pencarian (Search)
  • Gmail
  • Youtube
  • Chrome
  • Android
  • AdSense
  • Google Drive & Cloud

 

Sedangkan inovasi lainnya masih belum dikenal, antara lain:

  • Waymo
  • Google Ventures & CapitalG
  • Google X
  • Nest
  • Access & Energy
  • Verily
  • Calico
  • Side Walk Labs
  • Google Self Driving Car Project
  • Replicant
  • Project Loon
  • Project Wing
  • Project Titan

Google Search Engine

Menurut situs netmarketshare.com, Google menguasai 74% market share untuk situs pencarian. Nilai market share mungkin akan lebih meninggi jika saja Google bisa bebas melakukan aktivitasnya di Tiongkok. Di negara tersebut, search engine yang terpopuler adalah Baidu dengan jumlah market share sebesar 10%. Baru sesudah itu, Bing (Microsoft) dan Yahoo! menyusul di urutan berikutnya, yaitu masing-masing 8% dan 5,32%.

Dengan jumlah market share sebesar itu, maka ¾ pasar search engine dunia dimiliki oleh Google. Jadi, meskipun Google membangun perusahaan induk bernama Alphabet untuk merangkul ambisi yang lebih luas, namun Google untuk layanan search engine tetap pemberi kontribusi terbesar, yaitu menyumbang 86,5%.

Berapa besar pendapatan iklan Google untuk layanan search engine? Berikut trend kenaikannya dari tahun 2012:

  • Tahun 2012: 43,69 juta dollar USD
  • Tahun 2013: 51,07 juta dollar USD
  • Tahun 2014: 59,62 juta dollar USD
  • Tahun 2015: 67,39 juta dollar USD
  • Tahun 2016: 79,38 juta dollar USD

 

Jumlahnya menaik terus dari tahun ke tahun. Bagaimana dengan layanan Google lainnya?

Gmail

Gmail adalah layanan email gratis. Google menyatukan seluruh layanan seperti Youtube, AdSense, Android, dan lain sebagainya, dengan alamat email sehingga siapapun yang memiliki akun [at]gmail.com bisa menikmati Google.

Situs returnpath.com mencatat bahwa market share email yang berhasil diperoleh Gmail hanya sebesar 6% di tahun 2012. Namun, jumlahnya meningkat menjadi 59% di tahun 2017. Praktis, Gmail memenangkan market share untuk pasar email, jauh di atas Outlook.com yang hanya sebesar 18% atau bahkan Yahoo Mail yang hanya mencapai 5% saja.

Namun, Gmail sendiri bukanlah penyumbang keuntungan bagi perusahaan meskipun menampilkan iklan. Jumlah orang yang mengklik iklan di halaman Gmail tidak sebanyak pada layanan Google Search.

Youtube

Youtube adalah platform video online. Namun, Youtube juga diposisikan sebagai search engine untuk pencarian konten video. Banyaknya video yang diunggah ke dalam layanan Youtube, yaitu sekitar 100 jam tayangan video setiap menit, maka dapat dikatakan bahwa konten di dalam situs ini sudah layak dijadikan tempat pencarian.

Menurut situs Statista, market share Youtube adalah sebesar 78.8% sepanjang tahun 2016. Netflix (yang akan dibahas di bab lain), hanya berhasil menguasai 8%. Mungkin karena Netflix hanya tersedia di negara-negara tertentu saja.

Menurut analisa Credit Suisse, sumbangan Youtube (dan juga Google Play) terhadap Google mencapai 15% dan diprediksi mencapai angka 24% di tahun 2020.

Google Chrome

Hampir dapat dipastikan bahwa setiap PC memiliki salah satu dari dua browser berikut, Google Chrome dan atau Firefox. Namun, Google Chrome tidak menghasilkan keuntungan secara langsung sebab software ini didistribusikan secara gratis dan bebas iklan. Namun, Google Chrome dapat membangun big data dari informasi-informasi yang dikumpulkan melalui histori penggunanya saat browsing internet, seperti situs apa yang dikunjungi, preferensi lokasi wisata yang disukai, barang-barang yang diincar untuk dibeli, dan lain sebagainya.

Selain itu, Google Chrome dapat menghemat pengeluaran Google di masa depan. Sebagai contoh, pada tahun 2013 Google membayar 314 juta dollar USD untuk Mozilla sebagai royalti karena memasang situs Google sebagai laman default. Namun, seiring popularitas Google Chrome, nilai sebesar itu mungkin akan dihemat oleh Google karena user telah terbiasa memanfaatkan Chrome untuk browsing.

Google Maps

Teman perjalanan masa kini adalah Google Maps. Bisa diunduh dan digunakan gratis, mungkin Google Maps bukan penyumbang pendapatan bagi Google. Namun, user lebih banyak memilih Google Maps dibanding layanan lainnya, meskipun mereka berasal dari pengguna fanatik iPhone (seperti dicatat di situs SearchEngineLand.com).

Bagi masa depan Google, Maps merupakan aplikasi yang membantu mereka memainkan lokasi untuk memperbaiki target pasar. Sebagai contoh, pencarian lokasi rumah makan di seputar Malioboro akan meng-generate iklan-iklan komersial rumah makan, toko, lesehan, dan jasa tour & travel setempat.

Perlu diketahui bahwa Google sangat memperhatikan ads targeting sejak kemunculan Google search engine beberapa tahun lalu hingga sekarang. Jika ads targeting Google search membantu menampilkan situs-situs yang relevan dengan kata kunci pencarian, maka Maps akan menampilkan iklan-iklan yang relevan dengan daerah yang dicari user.

Google Android

Android adalah tentang platform smartphone/tablet dan juga Google Play. Android adalah sistem operasi untuk smartphone yang diakuisisi Google pada tahun 2005. Saat ini, Android menguasai pasar smartphone global. Prestasi yang sulit disaingi oleh Apple mengingat segmen iPhone hanya untuk kalangan atas.

Pada tahun 2017 Google membayar Apple sebesar 3 miliar USD untuk membuat Google Chrome sebagai default browser di iPhone. Jika Google tidak memiliki Android, maka jumlah tersebut akan jauh lebih besar lagi. Ini menunjukkan bahwa Android dapat menghemat banyak uang bagi Google.

Selain penghematan, Google juga mendapat penghasilan dari berbagai sumber melalui Android. Sebagai contoh, pendapatan Google dari mobile ads di seluruh dunia mencapai 49,7 miliar USD pada tahun 2017 (menurut catatan dari eMarketer).

Angka tersebut belum didapat dari pemasukan melalui penjualan aplikasi, buku, musik, dan konten digital lainnya dari Google Play, yaitu sekitar 9 miliar USD di tahun 2017 menurut catatan Credit Suisse.

AdSense

AdSense adalah layanan Google untuk membantu pemilik website atau blog mendapatkan uang dengan cara menyediakan ruang untuk pemasangan iklan. Materi, backend, dan pencarian iklan akan dikendalikan oleh platform Google sehingga pemilik website atau blog cukup mengisi konten yang meningkatkan traffic. Kira-kira, Google akan memungut 32 hingga 49 persen dari tarif iklan yang sisanya akan diberikan kepada pemilik website.

Situs Investopedia mencatat bahwa AdSense menyumbang pendapatan hingga 15,5 miliar USD bagi Google. Jika dikonversi dalam bentuk prosentase, maka artinya menyumbang 23% dari pendapatan Google. Ini di tahun 2016.

Google Drive

Meskipun Dropbox masih menjadi market leader untuk kategori cloud storage, namun Google Drive yang diluncurkan sejak 2012 tetap memiliki value added. Salah satunya adalah terintegrasi dengan Google Docs, layanan pengolah kata (word processor) dan data (spreadsheet) yang lebih dulu diluncurkan oleh Google.

Dengan integrasi tersebut, pengguna Google Docs cukup menyimpan, berbagi file dan dokumen, serta folder menggunakan Google Drive. Menurut situs Recode.net, penggunaan Google Docs meningkat tajam ketika para siswa menulis tugas dalam sebuah group. Perbandingannya dengan MS Word adalah sebagai berikut:

  • Jika menulis tugas sendiri, maka 12% siswa menggunakan Google Docs dan 80% siswa memanfaatkan MS Word.
  • Jika menulis tugas dalam sebuah group, maka 78% siswa menggunakan Google Docs dan 13% siswa menggunakan MS Word.

 

Kelak, pada saat Generasi Milenial dan Gen Z memasuki dunia kerja, maka trend kolaborasi kerja ini akan meningkat. Di sini, Google memprediksi bahwa penggunaan cloud untuk penyimpanan dan pembagian dokumen menjadi semakin tinggi.

Seiring dengan teknologi cloud, Google juga meningkatkan infrastruktur Cloud untuk melayani B2B demi mengejar ketertinggalannya dengan AWS yang dikelola Amazon. Saat ini, market share untuk infrastruktur cloud bisnis B2B Google hanya menguasai 3,95% dari seluruh market share.

DeepMind

DeepMind bukan layanan yang langsung menyentuh end user, termasuk pengguna awam. Namun, DeepMind merupakan laboratorium Google untuk Artificial Intelligence (AI). Dibeli pada tahun 2014, DeepMind yang bermarkas di London mengembangkan berbagai piranti lunak berbasis kecerdasan buatan.

Selain DeepMind, perusahaan-perusahaan Google yang berbasis kecerdasan buatan antara lain:

  • Dibangun pada tahun 2016, perusahaan ini fokus pada pengembangan mobil otonom (self-driving car).
  • Nest & Google Home. Perusahaan ini dirancang untuk membangun teknologi Internet of Things (IoT) dimana banyak perkakas elektronik saling terhubung satu sama lain dengan memanfaatkan jaringan internet. Salah satu lembaga riset IHS memprediksi bahwa di tahun 2025, 75 juta perkakas elektronik saling terhubung satu dengan lainnya.

Salah satu produk yang telah diperkenalkan kepada publik adalah Google Home, perkakas yang dapat dikendalikan menggunakan suara manusia (neuro linguistic programming) dan sanggup membangun kecerdasan sendiri menggunakan teknologi deep learning.

Bacaan lebih lanjut:

  1. Google: The God of internet? https://thinkgrowth.org/the-big-4-part-2-the-future-of-google-a469483533e9
  2. New survey says Google Maps favored by nearly 70 percent of iPhone users. https://searchengineland.com/new-survey-says-google-maps-favored-nearly-70-percent-iphone-users-251955
  3. Google pays Apple $3 billion to be the default search engine on the iPhone. http://bgr.com/2017/08/14/google-search-iphone-billions-payment/

 



Leave a Reply

Demos

Color Skin

Header Style

Nav Mode

Layout

Wide
Boxed