Rahasia Sukses Hello Kitty

Kalau ada kucing berwajah imut-imut minimalis yang selalu menghadap ke depan dan amat terkenal di seluruh dunia, maka mungkin saja namanya adalah Kitty. Dan, kita mengenalnya dengan sebutan Hello Kitty.

Tokoh kartun yang mengambil obyek binatang tidaklah satu-dua saja jumlahnya. Sebut saja Mickey Mouse, bintang kartun berkarakter imut yang pertama kali muncul di dunia. Kartun ini kemudian menjadi merek yang dikenal luas di seluruh jagad. Hanya saja, Mickey Mouse bukanlah kartun imut satu-satunya. Eksistensi Mickey Mouse akhirnya tersaingi oleh kehadiran Hello Kitty, kartun kucing berciri khas kepala besar dengan mata bintiknya. Tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, popularitas kartun Jepang tersebut terus meroket hingga mampu mengungguli popularitas kartun berkarakter lainnya. Sekarang, Hello Kitty tidak hanya ditemukan dalam bentuk mainan saja. Melainkan juga tersedia dalam bentuk alat tulis, telepon genggam, jam, tas tangan, televisi, stereo, dan alat pemanggang.

Jarang ada tokoh kartun yang memiliki komunitas. Salah satunya adalah Hello Kitty yang mereka ungkapkan dengan membentuk fans club. Salah satunya yang terkenal adalah club mobil Daihatsu Hello Kitty. Tak sekedar fans club, menurut buku Hello Kitty Hello Everything yang ditulis Marie Moss pada tahun 2001, di Puroland Jepang kita juga bisa menggelar pesta pernikahan ala Hello Kitty lengkap dengan segala pernak perniknya. Antara lain sendok, gelas anggur dari kristal, tempat kartu, hingga gaun pengantin yang desainnya menyerupai Hello Kitty.

Tahun 2004 lalu, Hello Kitty telah memasuki usia ke-30. Sebuah usia yang cukup matang untuk sebuah merek. Di tengah tren pasar dunia yang datang dan pergi silih berganti, Sanrio sebagai pemegang lisensi Hello Kitty tumbuh sangat cepat. Setiap bulan perusahaan ini mampu meluncurkan 500 produk Hello Kitty baru. Perusahaan tersebut selain melebarkan jangkauannya dengan menciptakan tren-tren baru, sekaligus dalam waktu bersamaan juga merancang produk yang bercirikan sejumlah tempat berbeda. Sebagai contoh, di Jepang terdapat 200 boneka Hello Kitty yang merepresentasikan identitas sejumlah wilayah di sana. Boneka-boneka ini kemudian dijadikan souvenir bagi wisatawan yang berkunjung ke Jepang.

Puncak kejayaan Hello Kitty sebenarnya terjadi pada era 1990-an. Jangkauan pasar boneka ini merambah hingga mampu merebut perhatian konsumen dewasa. Di era tersebut, konsumen berusia dewasa mulai percaya diri membeli merek produk yang sebenarnya menyasar ke segmen anak-anak. Sebagaimana jutaan pembaca novel Harry Potter yang ternyata dari kalangan dewasa, hal tersebut juga terjadi pada Hello Kitty. Kesuksesan ini juga diperkuat faktor lain seperti dukungan selebriti dunia. Selebriti terkenal seperti Sarah Jesicca Parker, Mariah Carey, Drew Barrymore, dan Tyra Banks hanyalah sebagian kecil dari selebriti dunia yang mengoleksi merchandise Hello Kitty.

Menurut Ken Belson dan Brain Bremner, penulis buku Hello Kitty: The Remarkable Story of Sanrio and The Billion Dollar Feline Phenomenon yang terbit tahun 2003, Hello Kitty adalah merek imut pertama yang lahir dari budaya Jepang. Walhasil, kehadirannya semakin melengkapi ragam perasaan dan budaya dalam hidup ini. Kehadiran jutaan produk Hello Kitty tersebut sejatinya tidak sekedar membantu para penggemarnya menemukan jati diri mereka, melainkan untuk memperkokoh identitas Hello Kitty sebagai merek yang telah mendunia.



Leave a Reply

Demos

Color Skin

Header Style

Nav Mode

Layout

Wide
Boxed