Asal-Usul Bras Basah Singapura

Nah, kemarin pada kultwit @gregorivvs, telah dijelaskan sejarah dan asal-usul jalan Bencoolen Singapura. Sekarang, kita akan membahas nama jalan lain yang pasti akan Anda lewati ketika berlibur di Singapura.

Nama jalan itu Bras Basah. Nuansa Melayunya kental sekali pada nama jalan tersebut. Sejarahnya, sebelum diberi nama Bras Basah, jalan tersebut memiliki dua nama yang berbeda. Perbedaan nama itu bisa dilihat di dokumen Jackson’s 1822 Plan of Singapore. Antara North Bridge Road dan Beach Road, diberi nama Church Street karena di situ ada kapel (gereja kecil) yang dikelola oleh perkumupulan misionaris (Misionaris Society), tepatnya yang berdiri di sudut North Bridge Road dan Bras Basah Road saat ini. Sementara itu, jalan di antara North Bridge Road dan Selegie Hill diberi nama Selegy Street, atau ada orang yang menyebutnya Cross Road.

Namun, Raffles menyarankan agar nama jalan tersebut adalah College Street, karena sekolah Raffles Institution didirikan di daerah tersebut. Selanjutnya, dengan dibangun menggunakan tenaga narapidana, jalan tersebut muncul di dokumen G.D. Coleman’s 1836 Map of Singapore dengan nama baru, yaitu Beras Basah. Seperti kita ketahui, beras adalah kata Melayu dan Indonesia untuk menyebut padi hasil panen yang kulitnya sudah dibuang.

Mengapa diberi nama Beras Basah? Karena jalan itu dulunya dipakai untuk menjemur nasi basah yang dikeringkan di tepi aliran air yang sekarang diberi nama Terusan Stamford. Versi lain menyebutkan bahwa sebelum area antara Bras Basah Road dan Stamford Road digunakan, kargo beras dibawa oleh kapal ke laguna dan beras-beras itu berserakan hingga kering di jalan.

Dulu, orang-orang Tiongkok menyebut jalan tersebut dengan beberapa sebutan, seperti lau kha ku keng khau atau dalam bahasa Indonesia artinya “mulut penjara tua”. Julukan ini dibuat untuk menunjuk lokasi penjara tua antara Stamford Road dan Bras Basah Road (kha khu berarti “belenggu” dalam logat Hokkien). Atau ada juga yang menjulukinya “di samping gereja Perancis”, karena merujuk pada gedung Katedral Katolik Gembala yang Baik yang dapat ditemukan di sepanjang jalan ini. Ada juga yang menyebutnya dengan julukan tek kok seng nong atau “apotek Jerman”, mengacu pada bangunan yang berdiri pada pra-1914 dimana terdapat apotek milik Jerman yang disebut Shen Nong (nama ini diambil dari Kaisar Cina Shen Nong). Lain lagi ada yang menyebut dengan julukan hai ki ang neo tua oh pi atau “disamping sekolah besar Inggris pantai” (Raffles Institution). Terakhir, ada juga yang menyebutnya thong kwong sen kei, yang berarti “Thong Kwong Sen Street”, merujuk pada rumah penjahit milik Khek di sana.

Ingin tahu sejarah nama-nama jalan di Singapura lainnya, silakan follow @gregorivvs



Leave a Reply

Demos

Color Skin

Header Style

Nav Mode

Layout

Wide
Boxed