Pheidippides, Sejarah Marathon

Suka olahraga? Bidang atletik? Pernah ikut olimpiade?

Kenal olahraga lari Marathon?

Hem, lari Marathon adalah salah satu olahraga yang banyak dikenaloleh masyarakat. Berbagai olimpiade olahraga dunia sudah memasukan cabang pertandingan lari sepanjang kurang lebih 42 km ini didalamnya. Banyak pula atlet-atlet Marathon yang muncul berkat kemenangannya dalam mengikuti perlombaan ini.

Tapi, tahukah kalian bagaimana kisah dibalik munculnya olahraga populer yang kita kenal sebagai lari Marathon ini?

Dikisahkan berawal dari peristiwa tahun 490 sebelum masehi ketika didudukan oleh kerajaan Persia. Dipimpin oleh Raja Darius, Persia sedang melakukan rencana penaklukan wilayah ke daratan Yunani.

Serangan diluncurkan ketika pasukan persia mulai mendarat di teluk sekitar kota Marathon. Athenan hanya berjarak tidak begitu jauh. Mengetahui pergerakan pasukan Persia semakin dekat, para pasukan Athena semakin kesulitan untuk menghadang perlawanan dari kubu Persia.

Namun.. masih ada satu cara untuk membantu para prajurit Athena bertahan, yaitu mengirim kurir untuk meminta bala bantuan kepada pasukan Sparta.

Terpilihlah seorang prajurit Athena yang bernama Pheidippides untuk menerima tugas itu.

Lalu, bagaimana cara Pheidippides menuju ke Sparta?

Ow, bukan naik kendaraan atau kuda sebagai tunggangan ya, tapi Pheidippides harus berlari menyusuri jalanan yang tidak ‘mulus’ menuju Sparta tanpa menggunakan bantuan tumpangan satupun.

Ya, Pheidippides harus berlari.

Pheidippides sendiri dikenal sebagai seorang prajurit dengan keahlian berlari tercepat yang dimiliki oleh Athena. Oleh sebab itu, Athena memilih Pheidippides untuk menjadi kurir yang dikirim untuk meminta bantuan ke Sparta.

Pheidippides harus berlari untuk mempermudah ia lolos jika bertemu dengan pasukan dari Persia. Karena jika ia menggunakan kuda, pergerakannya akan terasa sulit jika harus bersembunyi.

Pheidippides berlari nonstop sepanjang hari dari kota Marathon menuju Sparta. Sekitar 225 kilometer, Pheidippides akhirnya sampai setelah lebih dari satu hari ia berlari. Permintaan bantuan kepada pasukan Spartapun ia sampaikan.

Coba tebak, apa yang Pheidippides lakukan selanjutnya?

Boro-boro ikut menumpang para pasukan Sparta menuju kota Marathon bersama, dari pihak Sparta ternyata tidak dengan segera memperintahkan pasukannya untuk langsung membantu pasukan Athena karena terhalang peraturan kepercayaan agama yang mereka anut.

Alhasil, Pheidippides harus kembali sendiri ke kota Marathon dengan rute yang sama. Ya, masih dengan berlari.

Setelah pasukan Sparta ikut bergabung membantu pasukan Athena melawan Persia, akhirnya.. perlawanan merekapun berbuah pada kemenangan. Persia berhasil dikalahkan.

Lagi-lagi, untuk mengabarkan kemenangan itu, Pheidippides kembali ditunjuk untuk menjadi kurir pengantar kabar gembira untuk warga kota Athena.

Menempuh jarak sekitar 37 km, Pheidippides terus berlari sambil berteriak kegirangan karena kemenangan yang sudah diraih pasukan Athena. Banyak masyarakat Athena yang mendegar teriakan Pheidippides sepanjang ia berlari.

Suka cita itu seakan berlangsung hanya sekejab. Diperkirakan karena rasa gembira yang meluap-luap ditambah kondisi tubuh yang semakin lemah karena terus berlari, tubuh Pheidippides tiba-tiba terjatuh dan mengantarkan pada akhir kehidupannya di dunia.

Pheidippides meninggal dunia.

Sejak peristiwa keberanian Pheidippides ketika berlari menempuh jarak yang begitu jauh itu, demi mengenang jasa Pheidippides diadakannya event-event perlombaan lari Marathon pada penyelenggaraan olimpiade-olimpiade cabang atletik.



Leave a Reply

Demos

Color Skin

Header Style

Nav Mode

Layout

Wide
Boxed