Bisnis Storyboarding

Mengenal Storyboard

Storyboard secara sederhana dapat diartikan sebagai papan cerita. Dalam pengertian yang lebih luas, storyboard merupakan rangkaian gambar sketsa yang merepresentasikan alur sebuah cerita. Storyboard berfungsi sebagai alat perencanaan dalam proses pembuatan film atau iklan yang memadukan antara narasi dan visual.

Meskipun pembuat storyboard tidak terlibat secara signifikan dalam proses pembuatan cerita film atau iklan, namun kemampuan kreatif mereka dalam membuat angle-angle kamera dan menciptakan dramatisasi adegan sangat menentukan hasil akhir dari cerita film atau iklan itu sendiri. Jadi, ide-ide mereka saat membuat storyboard benar-benar dipertaruhkan.

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang bisnis storyboarding dan bagaimana cara menjalankannya, simak pembahasannya berikut ini.

Gambaran Tentang Bisnis Ini

Bisnis storyboarding memiliki cakupan yang luas. Pada awalnya storyboarding didominasi oleh dunia perfilman. Namun sekarang storyboarding telah merambah ke bidang lain seperti periklanan, video klip musik, video game, dan lain sebagainya. Storyboarding sendiri merupakan suatu proses pembuatan gambar-gambar sketsa kasar dari sebuah alur cerita baik untuk kepentingan film, iklan, maupun video game.

Storyboard digunakan sebagai panduan bagi sutradara pada saat pengambilan gambar atau shooting dilaksanakan. Selain itu, storyboard juga memudahkan para pemain untuk memainkan peranannya sesuai dengan karakter masing-masing. Storyboard umumnya tidak dibuat secara rinci. Hal ini dimaksudkan agar tidak membatasi kebebasan sutradara atau kameramen pada saat pengambilan gambar.

Modal yang Dibutuhkan

Jika Anda ingin terjun ke bisnis ini, selain peralatan pastikan Anda memiliki kompetensi yang memadai. Proses storyboarding dimulai dari penggambaran sketsa secara manual baru kemudian dimasukkan ke dalam komputer dan diolah lebih lanjut. Berkenaan dengan hal tersebut, Anda harus menyediakan peralatan yang dibutuhkan mulai dari hardware hingga software. Di samping itu, pastikan Anda memiliki keahlian dan keterampilan untuk mengoperasikan hardware dan software tersebut.

Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pelaku bisnis storyboarding dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Memiliki kemampuan dan keterampilan menggambar atau membuat sketsa secara cepat. Keahlian ini penting untuk dimiliki mengingat storyboard merupakan rangkaian gambar yang merepresentasikan key frame dari sebuah alur cerita. Kemampuan dan keterampilan menggambar secara cepat akan menunjang pekerjaan, karena pekerjaan dapat diselesaikan secara cepat pula.
  • Memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai teori perfilman dan periklanan. Kompetensi ini diperlukan agar Anda bisa menampilkan gambar sketsa yang memuat informasi mengenai angle, ukuran objek, dan gerakan kamera.
  • Memiliki kemampuan yang memadai dalam mengoperasikan software-software multimedia seperti Macromedia Flash, Storyboard That, dan lain sebagainya.

BACA: Modal dan Potensi BEP Bisnis Storyboarding

Potensi Pasar

Bisnis storyboarding memiliki cakupan yang luas. Hal ini tentu saja berpengaruh pada jangkauan potensi pasar yang luas pula. Storyboarding dapat diterapkan pada dunia perfilman baik yang bergenre fiksi ilmiah, drama, aksi, kartun, dan lain sebagainya. Selain itu, storyboarding juga dapat diaplikasikan pada dunia periklanan dan pembuatan video game.

Berikut potensi pasar dalam bisnis storyboarding yang bisa dibidik sebagai pasar sasaran:

  • Industri perfilman yang diwakili oleh perusahaan-perusahaan perfilman yang lebih dikenal dengan sebutan Production House (PH). Sebagai perusahaan yang memproduksi film, PH jelas membutuhkan orang-orang kreatif untuk terlibat dalam penggarapan film produksinya. Salah seorang di antaranya adalah pembuat storyboard.
  • Industri periklanan yang mengarah pada agen-agen periklanan. Agen periklanan ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang advertising yang secara khusus membuat iklan untuk perusahaan kliennya. Seperti halnya film, iklan juga membutuhkan storyboard yang menampilkan frame-frame dari alur cerita iklan secara garis besar.
  • Industri musik yang mengarah pada perusahaan-perusahaan musik yang bertanggung jawab atas rekaman album sekaligus pembuatan video klip lagu dari penyanyi yang berada di bawah naungannya.
  • Industri video game yakni perusahaan-perusahaan pengembang video game. Meskipun lebih didominasi oleh teknologi 3D, namun proses pembuatan video game tetap saja membutuhkan storyboard. Hal ini dimaksudkan agar alur cerita yang ingin disajikan dalam game dapat dikembangkan sedemikian rupa.

Teknik Marketing dan Promosi

Jika Anda menekuni bisnis storyboarding ini secara freelance, Anda harus aktif mempromosikan kompetensi dan hasil karya Anda. Bagaimana caranya? Simak teknik promosi yang bisa diterapkan berikut ini:

  • Membuat portfolio yang menampilkan storyboard hasil karya Anda. Portfolio ini berfungsi sebagai media untuk memperlihatkan kualitas hasil karya dan kinerja Anda kepada klien.
  • Secara aktif mengikuti forum-forum diskusi, seminar, workshop, dan lainnya yang diselenggarakan oleh komunitas multimedia.
  • Bergabung dalam forum diskusi komunitas multimedia baik online maupun offline.
  • Membuat blog pribadi gratisan sebagai media untuk memamerkan tulisan dan storyboard yang telah Anda ciptakan.
  • Memanfaatkan situs-situs jejaring sosial seperti Facebook, Friendster, Twitter, MySpace, dan lain sebagainya untuk menjalin pertemanan sekaligus menjaring klien.

Tantangan yang Dihadapi dan Solusinya

Terjun ke dalam bisnis ini tidaklah mudah, karena bisnis ini membutuhkan kreativitas yang tinggi dan keahlian khusus dalam hal menggambar. Di samping itu juga dibutuhkan kemampuan untuk menuangkan ide cerita dalam bentuk visual.

Seorang pembuat storyboard dituntut memiliki konsentrasi yang tinggi agar bisa menjalankan dan menyelesaikan pekerjaannya. Selain itu juga diperlukan ketelitian, kecermatan, dan kesabaran dalam proses memvisualisasikan ide cerita. Jika ketiga unsur tersebut tidak dimiliki oleh seorang pembuat storyboard, bisa timbul kemungkinan proses storyboarding menjadi ruwet dan sangat membosankan. Apalagi jika storyboard yang harus dikerjakan cukup banyak dan dikejar dead time.

Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, pastikan Anda telah memahami ide cerita yang akan dituangkan dalam bentuk gambar sketsa. Bagaimana cara memahami ide cerita? Anda perlu membuat detail alur cerita. Selanjutnya Anda perlu menganalisis komponen-komponen yang akan muncul seperti teks, gambar, dan karakter.

Studi Kasus

Dunia storyboarding memberikan tantangan tersendiri bagi para storyboard artist yakni sebutan bagi para pelaku pembuat storyboard. Salah seorang yang menekuni bisnis ini adalah Jony Chandra. Sang storyboard artist ini kini telah berhasil berkiprah di industri perfilman Hollywood. Dia dipercaya untuk membuat storyboard film Horton Hears A Who dan Ice Age: Dawn of the Dinosaurs.

Kesuksesan Jony Chandra sebagai seorang storyboard artist tidaklah diraih dalam waktu singkat. Kerja keras dan ketekunannya menghasilkan kesuksesan yang saat ini telah dicapainya. Selain itu, ketertarikannya pada dunia gambar sejak kecil menjadi salah satu faktor yang ikut mendukung kesuksesannya.

Meskipun telah sukses sebagai storyboard artist, pria lulusan Academy of Art University San Francisco tersebut tidak hanya puas sampai di situ saja. Jony mulai mengembangkan sayap karirnya dengan bekerja sebagai matte painting freelance untuk film dokumenter televisi Life After People.

Photo Credit: Storyboardthat.com



Leave a Reply

Demos

Color Skin

Header Style

Nav Mode

Layout

Wide
Boxed