Pembeli Lukisan Leonardo da Vinci Pertama

Apa saja yang akan kamu bayangkan tentang Leonardo da Vinci? Lukisan Monalisa atau The Last Supper yang super-misterius itu? Leonardo da Vinci—bernama lengkap Leonardo di ser Piero da Vinci—adalah seniman super genius. Selain kedua lukisan itu, pelukis yang selalu digambarkan sebagai tokoh yang brewokan ini juga terkenal dengan karya-karyanya yang lain seperti lukisan The Vitruvian Man, sketsa helicopter kuno, dan ajaran-ajarannya tentang anatomi tubuh.

Bahkan kabarnya, aktor ganteng-imut yang pernah main di film Titanic, Leonardo diCaprio, diberi nama demikian oleh orang tuanya karena terinspirasi oleh sang maestro asal Italia ini. Ibunya, Irmelin, yang saat itu sedang mengandung Leonardo diCaprio sedang berkunjung ke salah satu museum di Italia dan melihat-lihat lukisan yang ada di situ. Ketika mengamati lukisan Monalisa, si bayi Leonardo menendang rahim ibunya dari dalam.

Meskipun Leonardo da Vinci sangat hebat, tapi ia tetap mengawali kariernya dari bawah. Ceritanya, seorang petani meminta da Vinci (yang secara harafiah artinya, “dari kota Vinci”) melukis sebuah tameng. Leonardo pun menanggapinya dengan melukis sesosok naga yang sedang menyemburkan api. Ajaibnya, lukisan tersebut sangat hidup dan bagus. Kawannya, seorang pengamat lukisan, bernama Ser Piero menjual tameng itu ke kolektor seni yang kemudian pada akhirnya terjual ke tangan ksatria dari Milan. Setelah dibeli oleh si ksatria itu, Ser Piero membeli tameng bergambar buah hati retak yang tertusuk oleh anak panah dari pasar setempat dan memberikannya kepada si petani sebagai gantinya.

Berapa bayaran Leonardo da Vinci untuk melukis tameng itu? Ia hanya dibayar sebesar 100 dukat. Padahal, tameng itu dijual oleh Ser Piero kepada ksatria dari Milan sebesar 300 dukat. Selisih nilai jual itu membuktikan bahwa sebenarnya Leonardo da Vinci berhak untuk dibayar lebih mahal karena talentanya yang langka itu. Tapi karena ia baru saja memulai mengembangkan kariernya, maka ia tak bisa menuntut bayaran yang lebih tinggi.

Apapun cita-cita kita di masa mendatang, kita memang harus melaluinya dari bawah setapak demi setapak. Bahkan boysband 2PM dari Korea itu tidak langsung mendadak nge-hits. Butuh waktu 4 tahun tanpa bayaran bagi mereka untuk berlatih, baik berlatih nge-dance atau menguasai bahasa Inggris. Tapi walaupun tak dibayar, mereka tetap melakoninya dengan total. Hasilnya, 2PM termasuk salah satu boysband terlaris di Korea Selatan.

Jadi, bayaran murah di awal karier menjadi kesempatan bagi orang lain untuk menunggu performa terbaik yang bisa kamu tunjukkan. Di saat itulah, kamu harus mengembangkan diri dan memberikan totalitasmu yang paling dahsyat sehingga kamu layak mendapatkan bayaran-bayaran berikutnya yang lebih besar.

Ada bagian otak manusia yang letaknya cukup tersembunyi, dekat dengan batang otak. Ukurannya pun kecil, menyerupai kacang almond. Bagian otak ini dijuluki “otak purba” karena mengontrol emosi, termasuk rasa takut, berhati-hati, waspada, dan berusaha menentang segala sesuatu yang dianggap dalam membuat manusia merasa “dirugikan.

Nama bagian otak itu adalah amygdala. Kalau Anda takut kehilangan uang, maka itu artinya amygdala masih berfungsi dengan normal dan “sehat”. Tapi kalau bagian otak ini rusak, maka Anda bisa jadi Chow Yun-Fat wannabe alias “dewa judi”. Begitu kira-kira bunyi penelitian yang dilakukan oleh Dr. Benedetto de Martino dari California Institute of Technology.

Amygdala bisa berfungsi positif. Misalnya, mencegah si empunya otak—yang adalah kita sendiri—dari masalah besar. Tapi, bagian otak ini juga punya sisi negatif, yaitu mencegah kita untuk berinovasi. Apa hubungannya? Secara sederhana, inovasi sering kali menggiring kita keluar dari zona nyaman untuk mengeksplorasi hal-hal baru yang mungkin saja berbahaya. Bayangkan kalau Anda ingin berinvestasi pada sebuah perusahaan. Sistem amygdala akan membuat Anda lebih waspada dan menahan diri untuk melakukan sesuatu yang beresiko besar karena khawatir Anda akan mengalami kegagalan.

Amygdala bekerja seperti “suara-suara yang mendengung dalam otak”. Mirip suara hati. Suara itu mungkin saja menginterupsi diri Anda sendiri kalau ide-ide yang sedang Anda susun tak mungkin berhasil. Suara itu mungkin juga membisiki Anda kalau Anda bakal menjadi pusat lelucon kalau melakukan tindakan tertentu. Begitu seterusnya. Jadi pada dasarnya amygdala berusaha membuat hidup Anda tetap “stabil”.

INSPIRASI UNTUK DUNIA KERJA

Dalam organisasi, ketakutan itu sangat menular dan berbobot lebih berat. Mengapa? Karena dalam organisasi yang terjangkiti rasa takut tidak hanya satu orang saja, tapi sekelompok orang. Itulah mengapa ide-ide baru sering terjegal di tengah jalan karena mendapat “tentangan” dari banyak orang yang khawatir apabila ide itu dijalankan, posisi mereka di dalam perusahaan menjadi tak aman. Bisa membayangkan nasib para pegawai jika sebuah divisi gagal menjual produk inovatifnya? Itulah mengapa Zune (pesaing berat iPod) harus dibidani oleh 250 orang yang bekerja di Microsoft.

Kalau Anda ingin tetap ja-im (jaga image), amygdala sangat membantu. Tapi jika Anda ingin mengeksplorasi hal-hal baru, sistem otak ini harus ditaklukkan. Mengapa? Sebab jika tidak diatasi, Anda akan berada di ambang keragu-raguan terus menerus. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan membuat afirmasi diri, “Saya harus!”. Atau, gunakan kata lain seperti, “Ini begitu penting!”.

Misalnya, kalau Anda ragu-ragu apakah ingin meluncurkan produk baru atau menundanya sampai waktu tak terbatas, katakanlah “saya harus meluncurkan produk ini karena produk ini sangat hebat!”. Cara seperti ini akan membantu Anda “mengobati” keragu-raguan. Jika berhasil, Anda bisa mensyukurinya. Tapi jika gagal, Anda perlu membaca bab lain yang membahas tentang pengaruh kegagalan dan produktivitas. Artinya, semua tindakan yang Anda lakukan tidak ada yang terasa sia-sia jika diukur dari “kacamata” produktivitas.
Jadi, setiap saat otak memberi Anda sinyal keragu-raguan, atasilah dengan perasaan pasti seperti “harus”, “penting”, “yakin”, dan kata-kata lain yang senada. Ini akan membuat Anda tetap produktif tanpa dibayang-bayangi kegagalan. Dan mulai sekarang, berkatalah “harus!” agar Anda jauh lebih produktif.

 

INSPIRASI UNTUK DUNIA SEKOLAH

Mengapa tak ada yang mengacungkan jari untuk menjawab soal dari seorang guru atau dosen? Jawabannya sederhana: karena takut salah. Masalahnya, membuat kesalahan masih diganjar dengan hukuman yang berat seperti dicap bodoh, dijadikan bahan lelucon, hingga menghadapi hukuman. Kondisi seperti ini sebenarnya merupakan anti-klimaks di dalam lembaga pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi “kesalahan”.
Tapi, jangan biarkan rasa takut akan kesalahan atau dicap buruk oleh orang lain menjadi penghambat produktivitas belajar Anda. “Matikan” amygdala dalam otak Anda agar Anda menjadi lebih berani menemukan ide-ide baru di lingkungan sekolah.

 



Leave a Reply

Demos

Color Skin

Header Style

Nav Mode

Layout

Wide
Boxed