Kekuatan yang Mempengaruhi Sebuah Industri

Pasti enak rasanya memimpin sebuah industri yang tak memiliki ancaman. Namun masalahnya, industri tanpa ancaman lebih menyerupai mimpi tak berkesudahan di siang bolong. Realitanya adalah, ada banyak sekali ancaman dalam industri, apapun bentuknya dan yang lebih menakutkan, ancaman itu tidak hanya muncul satu demi satu melainkan banyak dan serentak. Namun kabar baiknya, adanya banyak ancaman yang siap melumat eksistensi bisnis kita tentu akan membuat kita semakin waspada.

Michael E. Porter menulis artikel berjudul “Competitive Forces That Shape Strategy”. Isi artikel ini cukup sederhana, yaitu kekuatan kompetitif yang membentuk strategi sebuah perusahaan. Menurutnya, ada lima buah kekuatan yang mempengaruhi kompetisi sebuah industri, yaitu:

1. Ancaman dari pemain baru. Pesaing-pesaing terberat Anda nantinya mungkin berasal dari para pemain baru. Apakah para pemain baru itu harus bermodal berat? Belum tentu. Kaskus sangat populer di dunia maya walaupun modal dasarnya tidak sebesar DetikCom. Meskipun saat itu kehadiran para pemain baru masih belum signifikan namun siapa yang bisa menjamin bahwa suatu saat nanti mereka tidak berubah menjadi “monster” yang mencarut-marutkan bisnis Anda? Mereka bisa hadir dengan konsep yang sama namun dengan pengalaman yang lebih kuat, modal yang lebih perkasa, atau komunitas yang lebih solid (dalam contoh ini adalah Kaskus melawan situs online lainnya yang memiliki kapitalisasi lebih besar).

2. Posisi tawar para pembeli. Kalau Anda bukan satu-satunya pemain dalam sebuah industri, tentu saja posisi tawar pembeli semakin kuat. Sebagai contoh, kalau para pembeli Anda sangat sensitif terhadap harga, mereka bisa bergeser ke pesaing Anda untuk membeli produk yang sejenis namun dengan harga lebih murah.

3. Posisi tawar supplier. Toko buku bisa jadi mendapatkan posisi tawar lebih rendah jika berhadapan dengan distributor yang “memegang” banyak penerbit dan menguasai ribuan judul sekaligus. Oleh karena itu, ratio persentase margin untuk sebuah buku menjadi melemah akibat adanya tekanan dari distributor yang setiap saat, kapan saja, mengancam menghentikan pengiriman buku-buku terlaris mereka apabila tidak mendapatkan persentase yang menggiurkan dari toko buku. Hal ini membuktikan bahwa supplier pun memiliki posisi tawar jika mereka memiliki sumber daya yang berpotensi menjadi “senjata” untuk menekan posisi tawar pihak lain.

4. Ancaman dari produk atau jasa substitusi. Apakah ada pengganti untuk produk atau jasa yang Anda tawarkan? Microsoft mungkin kewalahan karena konsumen memiliki produk pengganti yang lebih menarik, misalnya OSX yang dikembangkan oleh Apple atau Chrome OS yang diciptakan oleh Google. Adanya produk-produk atau jasa pengganti tentu bisa mengancam eksistensi perusahaan Anda.

5. Persaingan antar competitor yang sudah ada sebelumnya. Namanya juga competitor, pasti saling berkompetisi dan merebut konsumen. Mereka bisa memainkan potongan harga, memberi hadiah-hadiah langsung kepada konsumen, menawarkan layanan delivery, atau lebih ramah terhadap konsumen. Adanya nilai tambah dari para pesaing membuat kompetisi semakin panas, terutama di pasar yang sudah jenuh perkembangannya.

Dengan memahami adanya ancaman-ancaman atau kekuatan yang membentuk kompetisi antar perusahaan, Anda bisa mengisolasi ancaman tersebut agar tidak menimbulkan kerugian di masa mendatang. Dengan kata lain, “bunuhlah sebelum menjadi besar dan berubah jadi monster”.



Leave a Reply

Demos

Color Skin

Header Style

Nav Mode

Layout

Wide
Boxed