Tulisan yang Greget, Awali dengan Subjek dan Kata Kerja

Bagaimana cara termudah membuat tulisan yang ‘greget’? Mulailah menulis kalimat dengan subjek dan kata kerja, dan biarkan elemen-elemen lain mengikuti sesudahnya. Bahkan kalimat panjang, sangat panjang, menjadi tampak jelas, kuat, dan tidak membingungkan pembaca saat subjek dan kata kerja memberi makna di awal kalimat.
Untuk menggunakan metode ini, bayangkan setiap kalimat yang Anda tulis tercetak di selembar kertas yang tak terhingga lebarnya. Sekarang bayangkan, seorang reporter sedang menulis sebuah kalimat utama dengan subjek dan kata kerja di awal, diikuti oleh elemen lainnya. Contohnya adalah sebagai berikut:

Pemberontak menguasai kota Cap Haitien, kota terbesar kedua di Haiti, pada hari Minggu, menghadapi sedikit perlawanan saat ratusan penduduk bersorak, membakar kantor polisi, menjarah makanan dari gudang pelabuhan dan menjarah bandara, yang dengan cepat ditutup. Petugas polisi dan pendukung bersenjata Presiden Jean-Bertrand Aristide melarikan diri.

Kalimat di atas terdiri dari 37 kata yang panjang dan penuh dengan aksi. Kalimatnya begitu padat sehingga membebani otak pembaca seperti memicu mesin sampai menjadi terlalu panas. Tapi penulis tetap memegang kendali dengan menciptakan makna dalam tiga kata pertama:

“Pemberontak menguasai kendali …” Pikirkan klausa utama itu sebagai lokomotif yang menarik semua gerbong yang mengikuti dari belakang.

Penulis pengalaman bisa menyusun halaman demi halaman dengan menyusun kalimat yang ditulis dalam struktur di atas. Baca contoh di bawah ini:

Ia tidak membutuhkan jam. Dia telah bekerja dalam pola pasang surut begitu lama sehingga dia bisa merasakan perubahan pasang surut dalam tidurnya. Di waktu fajar dia terbangun, melihat ke luar melalui kaca depan, dan melihat bahwa air sudah surut dari bebatuan itu. Dia minum kopi panas, makan tiga sandwich, dan minum satu liter bir.
Air pasang keluar dengan tak kentara. Batu-batu itu muncul dan terlihat seperti bangkit, dan lautan surut menyisakan genangan berukuran kecil, meninggalkan gulma basah, lumut dan spons, berwarna coklat, biru, dan merah menyala. Di dasar laut terdapat pemandangan luar biasa dari kerang yang pecah dan terkelupas, serta potongan kerangka, cakar, dasar binatang-binatang pemangsa lainnya.

Di setiap kalimat, Steinbeck menempatkan subjek dan kata kerja di atau dekat awal kalimat. Kejelasan dan energi naratif mengalir melalui bagian tersebut, karena satu kalimat dibangun di atas yang lain. Dan dia menghindari struktur monoton dengan memvariasikan panjang kalimatnya.

Subyek dan kata kerja sering dipisahkan dalam prosa, biasanya karena kita ingin memberi tahu pembaca sesuatu tentang subjek sebelum kita sampai ke kata kerja. Ketika kita melakukan ini, bahkan untuk alasan yang baik, kita berisiko membingungkan pembaca. Lihat contohnya berikut ini:

Secarik tagihan yang akan mengecualikan pendapatan pajak nilai rumah baru dari formula pendanaan pendidikan negara bagian, bisa mengakibatkan hilangnya pendapatan untuk sekolah di daerah Chesapeake County.

Delapan belas kata memisahkan subjek “tagihan” dari kata kerja “bisa berarti,” pada akhirnya menjadi sebuah kesalahan fatal yang mengubah cerita kewarganegaraan yang penting menjadi tulisan yang sulit dipahami.
Jika penulis ingin membuat ketegangan, atau membangun ketegangan, atau membuat pembaca menunggu dan bertanya-tanya, atau mengajak pembaca dalam sebuah petualangan, maka Anda dapat menyimpan kata kerjanya sampai di akhir kalimat.



Leave a Reply

Demos

Color Skin

Header Style

Nav Mode

Layout

Wide
Boxed