Darimana Pengusaha Mendapat Uang?

Uang adalah bagian penting dari sebuah bisnis. Tidak ada uang masuk, maka sejatinya tidak ada bisnis. Lantas bagaimana dan dengan cara apa para pengusaha mendapatkan uang?

Revenue Stream

Darimana pengusaha/bisnis mendapatkan uang? Apa yang dibayar oleh konsumen? Revenue stream adalah jalan dimana uang mengalir ke perusahaan atau dompet Anda, atau dengan kata lain, sesuatu yang dibayar oleh konsumen.Dalam beberapa model bisnis, pelanggan belum tentu adalah pihak yang membayar untuk jasa yang mereka gunakan. Sebagai contoh, Anda mungkin mendapatkan banyak manfaat dari Google, misalnya mencari sumber penelitian, mendapatkan ebook, melihat harga hotel, dan sebagainya. Namun meskipun demikian, Anda tidak membayar sedikitpun untuk Google Untuk model bisnis seperti itu, konsumen tidak membayar namun pemasang iklan yang membayar. Model bisnis seperti ini jamak dipraktekkan lebih dulu oleh perusahaan TV swasta dimana penonton dapat menikmati tayangan secara gratis namun para pemasang iklan yang harus membayar.

Teknologi informasi menghadirkan model bisnis yang disebut freemium yang berangkat dari logika dimana konsumen atau pengguna dapat memanfaatkan produk atau jasa versi gratis dimana untuk mendapatkan produk atau layanan yang lebih komplit, mereka harus membelinya. Model revenue stream seperti ini bahkan bisa dipraktekkan untuk industri apapun, seperti group musik.

Salah satu contohnya adalah group musik rock Nine Inch Nails dari Amerika Serikat. Metode freemium berhasil mereka praktekkan ketika meluncurkan album Ghosts I-IV dengan pendapatan di minggu pertama sebesar USD 1.6 juta. Yang menjadi istimewa dari contoh model bisnis group musik di atas adalah fakta bahwa mereka tidak memilih perusahaan rekaman untuk mengelola penjualan album mereka. Bahkan menjelang peluncuran album, mereka telah memutus kerja sama dengan label musik sebelumnya. Mereka pun tidak memilih iTunes sebagai saluran distribusi. Sebagai gantinya, album musik tersebut ditawarkan secara gratis di situs Nine Inch Nails. Sebagai revenue stream, Nine Inch Nails menawarkan produk berbayar dalam bentuk CD edisi khusus dan paket-paket yang dikemas lebih mewah dan terbatas.

Contoh lain dari penerapan revenue stream yang inovatif dipraktekkan oleh jaringan kedai kafe yang sudah mapan berikut, yaitu French AntiCafe dan Russian Ziferblat. Kedua kafe tersebut menawarkan kopi dan kudapan gratis, namun memungut biaya yang dihitung dari seberapa lama (jam, harian, bulanan, mingguan) konsumen berada di kafe itu. Logika ini berawal dari kenyataan bahwa menyewa ruang usaha di kota besar seperti Paris dan London sangatlah mahal sehingga bagi mereka, harga kopi dan kudapan mungkin menjadi terlalu murah untuk menutup biaya sewa. Jika lokasi atau tempat yang cozy menjadi aset terpenting, mengapa tidak memungut bayaran dari situ.

Perusahaan real estate maupun hotel, seperti Four Seasons, Fairmont, Ritz-Carlton, dan sebagainya mendapatkan pula revenue stream lain di luar kamar, makanan, atau service lainnya. Misalnya, dari apresiasi harga tanah dimana hotel atau perumahan itu berada.Revenue stream lain yang sering dipraktekkan adalah subscription, yaitu menawarkan sistem keanggotaan bagi orang untuk mendapatkan layanan.

Akhir-akhir ini, perusahaan software menggunakan metode ini dengan menggunakan penamaan ‘cloud’. Amazon punya cara lain untuk mendapatkan revenue stream. Karena investasi infrastruktur teknologi mereka sangat besar dan mahal untuk mendukung online shop, mengapa tidak mengoptimalkan untuk memperoleh revenue stream tambahan. Untuk mendapatkan manfaat dari daya ungkit infrastrukturnya, Amazon membuat layanan Amazon Web Services (AWS) dan Amazon Fulfillment. Yang pertama memberi layanan cloud dan penyimpanan/pengolahan data, sementara yang kedua berkaitan dengan logistik.

Contoh-Contoh Inspirasi Revenue Stream

Sales: menjual produk atau jasa. Sesederhana itu. Misalnya: menjual baju atau kebab Turki.

Subscription: tagihan harian, bulanan, atau mingguan untuk mengakses produk atau jasa yang Anda tawarkan. Misalnya: layanan koran online.

Tiered Subscription: membedakan tingkatan subscription yang berhubungan dengan perbedaan layanan dan produk yang didapat oleh konsumen. Misal: konsumen tingkat Gold akan mendapatkan reportase khusus yang tidak diperoleh konsumen tingkat Silver.

Membership + Usage: konsumen membayar satu kali untuk menjadi anggota, namun dikenakan charge tambahan untuk mendapatkan tambahan layanan. Misalnya: menjadi anggota klub namun tetap harus membayar terpisah saat memesan segelas cocktail.

Advertising: Menyewakan aset atau ruangan untuk dijadikan media advertising. Misal: menawarkan pemasangan iklan di televisi hotel.

Sponsoring: Tawarkan ke pihak ketiga untuk memberi dukungan sponsorship untuk sebuah event dengan timbal balik berupa akses kepada konsumen-konsumen Anda.

Fractional ownership: alih-alih menjual hanya kepada satu orang, cobalah menjual barang yang sama untuk beberapa orang sekaligus. Misalnya: layanan jet pribadi atau rumah.

Licensing/Franchising: memberikan hak bagi pihak lain untuk menggunakan merek, patent, atau bentuk lain dari intelektual property. Misal: Burger King tidak mengoperasikan restoran namun memberi hak kepada pembeli franchise untuk menjual produk mereka.

Pay-per-use: Konsumen membayar setiap kali menggunakan produk atau jasa. Contoh: alih-alih men-charge setiap orang agar menjadi anggota yang membayar bulanan, sediakan pula mekanisme pembayaran sekali-datang untuk setiap orang.

Leasing/Rent: menyewakan barang atau aset yang Anda miliki kepada para pelanggan.

Pricing Mechanism

Pricing mechanism atau mekanisme harga adalah bagaimana menentukan seberapa besar orang akan membayar produk atau jasa yang Anda tawarkan. Dengan kata lain, mekanisme ini mengatur bagaimana harga akan ditentukan. Umumnya, para pengusaha menentukan harga dengan formula perkalian atas harga pokok penjualan atau cukup dibandingkan dengan produk atau layanan sejenis yang ditawarkan kompetitor. Semakin berkembangnya bisnis, penentuan harga bisa menjadi lebih kompleks.

Sebagai contoh, industri hotel menawarkan harga yang berbeda untuk tingkatan-tingkatan layanan dan feature yang berbeda pula. Sudah jamak dipraktekkan bahwa selama liburan, harga hotel lebih meningkat, bisa tiga tau empat kali harga normal (low season).Faktor-faktor lain juga turut menentukan bagaimana harga dibentuk. Produk atau layanan yang mudah ditiru akan cenderung ditawarkan dengan harga murah, dan lebih murah lagi, saat persaingan sudah semakin dahsyat.

Contoh inspiratif penentuan harga

Fixed list price: harga ditentukan secara langsung oleh penjual.

Flexible price: harga diatur berdasarkan variabel dan pertimbangan tertentu, seperti jumlah volume, tanggal pembelian, usia produk, dan sebagainya.

Product feature dependent: prinsipnya, semakin banyak feature yang melekat pada sebuah produk, semakin mahal pula harganya.

Customer Characteristic Dependent: harga ditentukan berdasarkan siapa pembelinya. Sebagai contoh, pelanggan yang loyal dan sering menggunakan jasa akan dikenai harga lebih murah.

Volume dependent: semakin banyak membeli untuk satu produk yang sama, semakin murah pula harganya.

Value-based: alih-alih menggunakan pendekatan harga yang tetap, harga ditentukan berdasarkan value yang ditawarkan untuk konsumen.

Bargaining: harga dinegosiasikan antara penjual dan pembeli.

Yield management/demand-based pricing: jika produk/jasa banyak peminat, maka harga meningkat. Sebaliknya, jika produk/jasa sepi peminat, maka harganya pun turun.

Auction: beberapa pembeli akan berkompetisi. Siapa yang berani membayar lebih mahal akan mendapatkan barang itu.

Reverse auction: penjual membuka harga penawaran dan jika tidak ada yang tertarik, maka harga diturunkan sampai konsumen menyetujuinya.

Pay what you want/user-defined pricing: pembeli dapat membayar apapun yang ia inginkan.

Flat rate: harga dibuat flat untuk produk dan jasa. Misal: all you can eat buffet.

Performance-based: penjual setuju untuk dibayar jika berhasil mengerjakan tugas tertentu.

Freemium: menggratiskan layanan dasar namun untuk tambahan feature ada harga yang harus dibayarkan.

Premium: harga ditentukan bukan atas dasar harga pokok penjualan namun ditentukan oleh brand, image, eksklusivitas, dan sebagainya.

Payment Mechanisms

Payment mechanisms atau mekanisme pembayaran mengatur bagaimana, seberapa sering, dan dalam bentuk apa Anda dibayar.Dilihat dari sudut pandang waktu, payment timings (waktu pembayaran) dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, misalnya bayar dimuka sebelum Anda menyerahkan produk atau jasa, bayar belakangan, atau menggunakan down payment (DP). Ada juga yang membayar menggunakan sistem milestone completion (progress kerja). Pembayaran berdasarkan waktu juga mengatur frekuensi pembayaran, misalnya bayar sekali atau bayar berdasarkan periode waktu tertentu (recurring payment).

Bentuk-bentuk pembayaran yang jamak dipraktekkan dalam bisnis adalah cash, kartu kredit, transfer bank, atau menggunakan jasa pihak ketiga seperti Paypal, Rekber, Bitcoin, layanan pembiayaan, dan sebagainya.

Contoh-Contoh Inspiratif Metode PembayaranBerdasarkan Waktu (timing)

Up front: pembeli harus membayar dimuka sebelum mendapat produk atau jasa.

After: pembeli membayar setelah mendapat produk atau jasa.

Installment: alih-alih membayar sekaligus, pembeli dapat mencicil bulanan setelah barang diterima.

Subscription/membership: pembayaran bulanan atau periode waktu tertentu.

Revenue before cost: membuat pembeli membayar terlebih dulu sebelum penjual benar-benar mengeluarkan biaya untuk membuat produk/jasa.

Metode Pembayaran

– Tunai

– Kartu Kredit

– Paypal

– Finance

– Transfer Bank

– Rekber



Leave a Reply

Demos

Color Skin

Header Style

Nav Mode

Layout

Wide
Boxed