Bagaimana Fotografer Menghadapi Penolakan

HIGHLIGHT

Karena ada banyak pesaing dalam industri fotografi, maka Anda harus merelakan diri untuk dipilih oleh konsumen. Karena konsumen berhak memilih, maka salah satu dari Anda akan ditolak. Nah, bagaimana saja penolakan-penolakan itu terjadi?
Ada beberapa jenis penolakan yang mungkin akan Anda alami baik selama mengawali karier sebagai seorang fotografer profesional sampai pada titik dimana bisnis Anda sudah maju sekalipun.

Penolakan Karena Meragukan Pengalaman Anda

Penolakan seperti ini terjadi jika Anda baru mulai meniti usaha fotografi. Calon konsumen mungkin akan menilai Anda belum cukup profesional untuk memotret momen-momen besar seperti pernikahan yang terkenal “tak boleh salah” itu. Nah, untuk menyiasati hal ini, ciptakanlah portfolio. Anda bisa mengikuti sesi hunting bareng bersama komunitas-komunitas fotografi yang ada di kota Anda atau bekerja dalam proyek pemotretan tanpa dibayar. Tujuannya, agar Anda bisa menunjukkan portfolio itu kepada para calon konsumen.

Jika Anda adalah mahasiswa dari institut kesenian atau akademi desain yang cukup mumpuni, sampaikan juga nama almamater tersebut kepada calon konsumen. Ini akan sangat membantu karena nama besar universitas, institut, atau akademi bisa meningkatkan rasa kepercayaan.

Penolakan Karena Tarif Jasa Anda Dianggap Terlalu Mahal

Penolakan karena masalah tarif merupakan salah satu bentuk penolakan paling umum terjadi. Penolakan seperti ini muncul lewat ekspresi-ekspresi seperti, “kok kemarin saya ditawari oleh fotografer A dengan harga setengah dari harga Anda.” Atau, “kakak saya saja bisa motret dan punya DSLR. Mengapa harus membayar Anda mahal?”
Ada beberapa cara untuk meyakinkan calon konsumen mengapa Anda mematok harga yang tinggi, antara lain:

1

Mengedukasi calon konsumen. Misalnya dengan mengatakan bahwa Anda memotret dengan kamera paling baik sehingga mendapatkan hasil yang benar-benar “crystal clear”.

2

Menjabarkan feature-feature dan keunggulan yang Anda miliki. Misal, dengan menunjukkan album foto eksklusif, DVD slideshow, foto-foto candid, dan lain sebagainya.

3

Menunjukkan kepada calon konsumen betapa Anda adalah fotografer bergengsi yang akan menaikkan “derajat” si konsumen itu sendiri. Cara terakhir ini baru bisa Anda tempuh kalau Anda memang fotografer terkenal.

Penolakan Karena Klien Merasa Bisa Memotret Sendiri

Umumnya, penolakan ini merupakan kelanjutan dari penolakan sebelumnya yang berawal dari ketidakcocokan harga. Klien akan dengan mudah mengatakan kalau ia bisa memotret sendiri. Secara teori, pendapat ini ada benarnya karena kamera DSLR sudah semakin terjangkau dan memotret tidaklah terlalu sulit dilakukan. Namun secara praktek, upaya seperti ini sulit terwujud karena konsumen tak memiliki waktu untuk memotret ketika acara berlangsung. Misalnya, ketika acara pernikahan berlangsung, konsumen—yang adalah anggota keluarga sendiri—akan sibuk dengan urusan-urusan lain sehingga tak punya waktu untuk memotret. Lagipula, ia juga merupakan salah satu objek yang seharusnya ikut dipotret. Oleh karena itu, yakinkanlah kepada si konsumen jika menyewa Anda, itu akan menjadi langkah yang efisien karena konsumen tak perlu repot-repot memotret momen penting ini.

Demos

Color Skin

Header Style

Nav Mode

Layout

Wide
Boxed